SEDEKAH BUMI DESA BATUKALI 2018

Batukali, 5 September 2018

Ada sesuatu yang berbeda dan menarik dalam pelaksanaan “sedekah bumi atau sedekah rukun “ tahun 2018 kali ini. Selain tahun ini adalah sedekah bumi yang terakhir pelaksanaannya masa kepemimpinan Bapak Nur Arifin sebagai Petinggi Desa Batukali karena pada bulan maret tahun 2019 yang akan datang sudah berakhir masa jabatan beliau sebagai Petinggi Batukali selama 6 tahun memimpin  terhitung sejak maret 2013. pelaksanaan sedekah bumi tahun ini juga tidak diadakan pada hari Rabu Pahing (pasaran jawa). Namun diadakan pada hari rabu pon tanggal 5 september 2018 atau bertepatan dengan 24 Dzulhijjah tahun 1439 Hijriyah. Sesuatu yang belum pernah terjadi pada kegiatan sedekah rukun Desa Batukali tahun –tahun sebelumnya.

wayang kulit,sedekah bumi
pagelaran wayang kulit siang hari dalam rangka sedekah bumi

Pelaksanaan tersebut di lakukan karena jarak masa panen pada musim tanam tahun 2018 ini terlalu berdekatan dengan datangnya tahun baru Hijriyah 1440. Dan padatnya kegiatan desa seperti kegiatan Penataan Perangkat Desa, Pengisian perangkat Desa Baru,serta kegiatan pencanangan kampung KB hingga menyita banyak waktu. Sebelumnya memang Petinggi Batukali akan melaksanakan kegiatan rutin sedekah bumi tetap di hari rabu pahing namun di bulan Muharrom atau suro dalam penanggalan jawa.tepatnya tanggal 19 september 2018 atau bertepatan dengan tanggal 9 bulan muharrom tahun 1440 H sekaligus menanti personil perangkat desa sudah terisi lengkap. namun karena usulan dari tokoh masyarakat bahwa pelaksanaan sedekah bumi harus dilaksanakan sebelum tahun baru 1440 hijriyah akhirnya musyawarah di tingkat desa yang dihadiri oleh tokoh masyarakat beserta lembaga- lembaga Desa memutuskan untuk melaksanakan sedekah rukun di tahun 2018 ini dilaksanakan sebelum tahun baru hijriyah datang meskipun tidak dihari rabu pahing. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah dalam pelaksanaan sedekah bumi tahun ini dilakukan doa secara khusus pada semua petinggi Batukali sebelum masa kepemimpinan Bapak Nur Arifin. Baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup agar selalu mendapat limpahan berkah dari Allah SWT Tuhan yang maha kuasa.

Apapun itu kita semua berharap agar kegiatan atau event menjaga tradisi leluhur ini masih dapat dijaga dan dilestarikan sehingga anak cucu kita nanti juga dapat dinikmati oleh generasi penerus kita amiin.

Facebook Comments